Kegiatan

Begini Potret Serunya Kunjungan Murid TK (IGTKI-PGRI) Kabupaten Kotawaringin Timur Saat Sambangi Kantor BPBD KOTIM

Senin (15/05/2023) merupakan hari ke-6 dari rangkaian kunjungan Taman Kanak-kanak yang tergabung dalam Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI-PGRI) Kabupaten Kotawaringin Timur ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur. Pada hari ini merupakan giliran kunjungan dari TK Tunas Jaya Agung dan TK Pembina Kota Besi yang hadir dengan membawa sekitar 84 peserta didik.

Dalam kunjungan tersebut tidak hanya anak-anak yang antusias dalam mengikuti rangkaian kegiatan yang sudah disiapkan oleh tim dari BPBD Kotim, namun juga para guru dan orang tua peserta didik yang ikut dalam mendampingi anaknya. Selain kegiatan-kegiatan pengenalan Bencana Alam untuk anak-anak usia dini, dari mulai memberi pengenalan dengan memutar video yang berisi pengetahuan kebencanaan dan lagu-lagu anak yang mudah diingat, juga Pengenalan langsung peralatan-peralatan bencana/darurat kepada anak-anak, mulai dari perahu karet, pelampung, mobil rescuer, dan peralatan lainnya.

Anak-anak pun diberi kesempatan untuk mengenakan baju pelampung, serta diberi kesempatan untuk naik kedalam perahu serta truk tangki pemadam untuk berfoto bersama guru, orang tua pendamping, maupun panitia yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Diakhir acara kunjungan, masing-masing anak dibagikan bingkisan snack sembari berbaris menyanyikan lagu Sayonara.

Laporan survey tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan informasi publik Diskominfo Kabupaten Kotawaringin Timur

Kegiatan Survey Kepuasan Masyarakat Terhadap Pelayanan Publik Diskominfo Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2021 dimaksudkan untuk mendapatkan data tingkat kepuasan melalui survei kepuasan kepada masyarakat terhadap pelayanan publik yang dilakukan Dinas Komunikasi dan Informatika
Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2021. Adapun tujuan pelaksanaan Survey
yaitu :

a. Mengukur tingkat kepuasan masyarakat sebagai pengguna layanan dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelayanan publik;

b. Mengetahui kinerja Dinas Komunikasi dan Informatika secara berkala dan sebagai bahan untuk menetapkan  kebijakan  dalam  rangka  meningkatkan  kualitas  pelayanan  publik selanjutnya.

Pelayanan   publik   yang   diselenggarakan   oleh   Dinas  Komunikasi   Dan Informatika Kabupaten Kotawaringin Timur dengan mengambil penerima pelayanan publik sebagai responden berjumlah 70 orang diperoleh Nilai  rata-rata sebesar 64.91  dengan  katagori  untuk  Mutu  Pelayanan  “  B  “. Sedang Nilai  Rata-rata perurusan pelayanan diperoleh sebesar 3.24.

Nilai rata-rata  unsur pelayanan  yang telah dinilai oleh  responden  terdapat tujuh  unsur  pelayanan  yang  memiliki  nilai  rata-rata diatas  3.00  dan  dua  unsur pelayanan  dengan  nilai  rata-rata  dibawah  3,00.  Dengan  melihat  nilai  capaian hasil  tersebut  Dinas  Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kotawaringin Timur harus   mampu   memperbaiki   dan   meningkatkan   dalam   pelayanan   kepada masyarakat.

 

Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kotawaringin Timur harus mampu memperbaiki dan meningkatkan dalam pelayanan kepada masyarakat.

Berbagai Definisi Tentang Smart City

Smart City biasa digunakan untuk merepresentasikan kemarnpuan sebuah kota
menyediakan layanan terhadap individu atau masyarakat untuk bereksplorasi
dalarn dunia maya dengan kecepatan lingkungan dalarn menyediakan informasi
yang dibutuhkan tentang kota tersebut, Gruber dalarn Zhu et AI (2002).

 

Jonathan (2006), Smart City adalah pengembangan kota berbasis ICT dimana
tersedianya informasi dan infrastruktur terintegrasi antara pemerintah daerah
dengan komponen bisnis, masyarakat dan potensi daerah kota tersebut

 

Abdoulevv (2011), smart city sebagai sebuah kota yang menggabungkan
konsep digital, natural dan sosial sehingga terbentuknya peningkatan ekonomi,
infrastruktur kota yang baik, lingkungan yang bersahabat transportasi dan
kehidupan yang nyaman

 

Smart City (kota cerdas) pada dasarnya merupakan pengembangan lebih lanjut
dari kawasan perkotaan yang mampu memenuhi kebutuhan penduduknya dan
menuju kepada pembangunan perkotaan yang berkelanjutan
(KSPPN Bappenas, 2013)

 

Smart City (kota cerdas) pada hakekatnya merupakan pemanfaatan
teknologi agar kota lebih cerdas dan efisien didalam pemanfaatan sumber
daya (menghemat biaya dan energi), meningkatkan pelayanan dan kualitas
kehidupan dan sehingga mereduksi tapak ekologi, mendukung inovasi dan
ekonomi karbon rendah (Dardak, 2014)

Sumber : Buku Laporan Akhir Kajian Pengembangan Smart City Indonesia, Kementerian PUPR, Direktorat Jenderal Penataan Ruang, Desember 2014

Facebook
Twitter

Kalahkan 25 Desain, Ini Maskot Yang Terpilih Untuk Porprov 2023 di Kotim

SAMPIT – Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) telah mengeluarkan hasil perlombaan desain maskot untuk pekan olahraga provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) yang diadakan di Kotim pada tahun 2023 mendatang.


Ketua Panitia Pelaksana lomba desain maskot Koni Kotim yakni Rony Astrian mengatakan, ada 26 desain yang masuk di email panitia lomba. Dan dari sejumlah desain tersebut, telah terpilih satu desain yang akan ditetapkan sebagai maskot Porprov 2023. “Penyerahan hadiah disisipkan pada saat perayaan HUT Kotim di Stadion 29 November hari ini,” kata Rony, Jumat 7 Januari 2022.

Menurutnya, lomba ini dimulai sejak seleksi panitia dan finalisasi desain terbaik dipilih langsung oleh Bupati Kotim Halikinnor.  Desain maskot bergambarkan Burung Tingang karya Mario T Pradana warga Baamang tersebut berhasil mencuri perhatian, terlebih Burung Tingang merupakan ciri khas dari daerah Kotim, sehingga sangat cocok saat Kotim menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan Porprov nantinya. “Inspirasi desain Calon Maskot PORPROV XII berasal dari Figur Satwa salah satu spesies Burung Rangkong, yaitu Rangkong Badak / Enggang Badak (Buceros rhinoceros). Itu dijelaskan oleh peserta dalam proposalnya,” ujarnya.

Lanjutnya, satwa ini seringkali disebut Tingang di daerah Kalteng, pada umumnya Burung Enggang digunakan sebagai simbol kebesaran dan kemuliaan suku dayak, melambangkan perdamaian dan persatuan, sayapnya yang tebal melambangkan pemimpin yang selalu melindungi rakyatnya. Sedangkan ekor panjangnya dianggap sebagai tanda kemakmuran rakyat suku Dayak. Burung Enggang juga melambangkan kesetiaan.

Sedangkan untuk makna dari item yang ada pada maskot yaitu Rompi Dayak dan Lawung (Ikat Kepala) berwarna hijau melambangkan kesuburan dan kemakmuran, dimana masyarakat Kalimantan terbiasa hidup berdampingan dan bergantung pada alam atau lingkungan. Untuk Motif Salur Putih melambangkan aliran sungai mentaya yang dinamis dan lestari. Logo Kotim melambangkan Kabupaten penyelenggara PORPROV XII. Celana Merah melambangkan keberanian, optimisme, dan semangat ISEN MULANG (Pantang Menyerah) dalam berkompetisi. Tali Sepatu sekilas tertulis XII, yang berarti PORPROV XII.

Ekor Tingang melambangkan kemakmuran bagi suku dayak, dan posisi ekor yang tegak dan kokoh dianggap representasi kejantanan. Flora : Motif Anggrek Tewu yang merupakan bunga yang terus bertumbuh dengan menempelkan diri pada pohon tanpa membunuh inangnya, melambangkan harmoni sosial masyarakat yang hidup bersama dan saling bermanfaat satu sama lain, tanpa saling menyakiti. Bunga ini melambangkan harapan Kotim untuk menjadi wilayah yang berkembang paling baik di Kalteng.

Fauna : Motif Ikan Jelawat merepresentasikan komoditas unggulan dan salah satu tempat wisata (Ikon Jelawat) di Kotim. Gurat putih pada sayap burung melambangkan angka 23 yang terlihat sekilas, melambangkan tahun pelaksanaan PORPROV Tahun 2023. Secara keseluruhan desain, unsur warna yang digunakan mewakili warna umum suku dayak yaitu Bahenda (Kuning), Bahandang (Merah), Bahijau (Hijau), Baputi (Putih) dan Babilem (Hitam), yang semuanya memiliki makna mendalam. Leher putih, ekor putih dan tubuh gelap, mengilustrasikan anatomi burung yang sesungguhnya.

Sementara itu Ketua Koni Kotim Ahya Umar mengatakan, penilaian dilakukan oleh Bupati Kotim, Sekretaris Daerah dan dirinya sendiri selaku Ketua Koni. “Penilaian kami lakukan satu per satu dengan mempelajari secara seksama  masing-masing desain yang masuk, sehingga didapatlah pemenang desain yang menurut kami terbaik,” ujar Ahya. Menurutnya, semua desain yang masuk sangat menarik dan unik sehingga pihaknya pun sempat kesulitan menentukan pemenang. Namun dengan berbagai pertimbangan akhirnya didapatkan pemenangnya.

(dia/matakalteng.com)

Sumber : https://www.matakalteng.com/daerah/kotawaringin-timur/2022/01/07/kalahkan-25-desain-ini-maskot-yang-terpilih-untuk-porprov-2023-di-kotim

Facebook
Twitter

69 Tahun Kotawaringin Timur

Sampit (6 Januari 2022) Pada tanggal 7 Januari 2022 genap 69 tahun usia Kabupaten Kotawaringin Timur. Pembangunan daerah terus di lakukan. Dengan tema “Semangat Persatuan dan gotong royong Membangun Kotim Harati. Perkembangan di bidang komunikasi dan informatika sangat pesat. Di Tahun 2021 tepat usia Dinas Komunikasi dan Informatika genap lima tahun.

Widyaiswara Kemenag berikan tips bebas namun terbatas bermedsos

Website SCH - Smart City - Literasi

Palangka Raya (ANTARA) – Widyaiswara Kementerian Agama Rofikatul Karimah membagikan sejumlah tips yang dapat diikuti oleh masyarakat, agar tetap bebas namun terbatas saat bermedia sosial.

“Salah satunya dengan menanamkan etika berinternet sejak dini,” katanya saat menjadi narasumber Webinar Indonesia Makin Cakap Digital wilayah Kotawaringin Timur, Jumat.

Kemudian menggunakan internet untuk mengakses konten positif, tidak membagikan foto maupun data pribadi kepada orang lain, selektif dalam mengunggah sesuatu ke media sosial, serta tidak mengikuti akun negatif.

“Juga memeriksa maupun mengklarifikasi sebelum membagikan sebuah konten, maupun menggunakan internet sebagai wadah pengembangan diri yang positif,” jelasnya.

Lebih lanjut Rofika memaparkan, kontrol dalam media sosial biasanya terdiri dari beberapa tahap, pertama yakni pengendalian dalam pengaturan sistem, misalnya mengatur akun agar bisa diakses publik maupun terbatas, atau pengendalian interaksi misalnya dengan menentukan teman.

“Hingga memilih beristirahat menggunakan media sosial apabila dirasa sudah tidak menyehatkan,” ungkapnya.

Selanjutnya pengendalian melalui literasi yang meliputi etika maupun kebersihan digital. Literasi digital dimulai dari kemampuan seseorang memahami isi konten, menganalisis, serta menyeleksi konten yang bisa dibagikan.

“Selain itu adalah pengendalian penyedia platform yang bisa melakukan ‘takedown’ konten atau menentukan batasan umur,” papar Widyaiswara Kemenag tersebut.

Sementara itu, melalui webinar yang merupakan bagian dari gerakan literasi digital nasional ini, diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan serta keterampilan digital masyarakat.

Hingga pada akhirnya menjadi semakin cakap dan mampu ‘membanjiri’ ruang digital dengan konten-konten positif dan bermanfaat, sesuai dengan harapan Presiden Joko Widodo.

Turut hadir narasumber lain dalam webinar ini, seperti Kadiskominfo Kotim Multazam, Pemimpin Redaksi Radar Sampit Gunawan, serta seorang presenter Septi Diajeng.

Para narasumber membahas ragam materi seputar ruang digital, baik tentang etika digital, budaya digital, keamanan digital, maupun kecakapan digital.

Pewarta : Muhammad Arif Hidayat
Uploader : Admin 4

Sumber : https://kalteng.antaranews.com/berita/521777/widyaiswara-kemenag-berikan-tips-bebas-namun-terbatas-bermedsos

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp